PERTAYAAN TENTANG KEADILAN TUHAN
WILSON:
Saya tahu bahwa Kitab Suci Qur'an telah jelas di dalam
ketentuan sifat Tuhan seperti pengampun, bijaksana, selalu
hidup, pencipta alam semesta, tanpa teman atau bersekutu,
atau anak.
Tetapi saya ingin mengetahui bahwa "Adil" adalah salah satu
sifat-sifat Tuhan. Saya telah berbicara dengan beberapa
orang Islam bahwa itu adalah salah satu darl sifat-sifat
Tuhan, tapi orang-orang Islam yang lain bilang tidak benar.
CHIRRI:
Tidak ada Agama yang logis (menurut akal) dapat menolak atau
meragukan keadilan Tuhan dan kemurahanNya. Menolak
keadilanNya adalah benar-benar meruntuhkan konsep Agama.
Tidak ada kepercayaan Agama yang tidak percaya adanya
keagunganNya. Agama tidak akan berguna bagi kita tanpa
percaya pada keadilanNya
Lebih lanjut, kita percaya pada pesan-pesan dan
utusan-utusan Tuhan sebab kita fikir bahwa Dia cukup adil
untuk mengabarkan kepada pesuruh-pesuruhNya apa yang Dia
inginkan dari mereka.
Tetapi Tuhan yang tidak adil mungkin tidak akan mengatakan
pada kita segala sesuatu atau mungkin dengan jalan memberi
ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum
orang-orang yang berbuat salah.
Sangkalan terhadap keadilan Tuhan pada gilirannya juga akan
menyangkal akhirat (hari kemudian), sebab akhirat adalah
tempat melangsungkannya keadilan dengan jalan memberi
ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum
orang-orang yang berbuat salah.
Singkatnya, konsep keadilan Tuhan untuk kita sama pentingnya
dengan konsep adanya Dia dan keesaanNya, dan penyangkalan
keadilanNya berarti menghancurkan Agama, persis seperti
penyangkalan adanya Tuhan atau keesaanNya.
Untuk ini, konsep keadilan Tuhan harus dianggap sebagai
dasar Agama. Tapi itu tidak akan ada Agama yang logis dapat
ditumbuhkan.
Islam benar-benar sesuai dengan kebenaran ini dan pemikiran
yang logis. Kitab Suci Qur'an menyatakan keadilan Tuhan sama
penting dengan keesaan Tuhan dan adanya Tuhan.
Di dalam penilaian-penilaian ajaranNya, ketidak adilan
ditiadakan. Di dalam banyak ajaran-ajaranNya, Tuhan
dilukiskan sebagai yang adil, atau bahwa Dia tidak ingin
melakukan ketidak-adilan terhadap pesuruh-pesuruhnya, atau
bahwa Dia tidak akan membuang perbuatan dari setiap
perbuatan-perbuatan yang dilakukan, atau bahwa Dia tidak
akan menyebabkan siapapun juga kehilangan satu berat atom.
"Tuhan mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain
dari padaNya, dan malaikat-malaikat dan orang-orang yang
berilmu, yang tegak dengan keadilan, mengakui juga tidak ada
Tuhan melainkan Dia Yang Maha Kuasa dan Bijaksana."
"Dan siapa yang mengerjakan perbuatan baik seberat atom,
akan dilihatnya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan
seberat atom, akan dilihatNya." 99:7-8
WILSON:
Pernyataan anda tentang keadilan Tuhan adalah salah satu
pernyataan-pernyatan yang paling masuk akal yang pernah saya
dengar. Sebenarnya, kepentingan azas Agama ini tidak
dilebih-lebihkan, sebab konsep Tuhan tanpa keadilanNya tidak
akan berguna bagi kita.
Kepercayaan Yuda (Yudaism) dan Kristen sesuai dengan Islam
mempunyai pandangan yang sama, dan tidak ada orang-orang
Kristen atau Yahudi yang meragukan keadilan Tuhan. Azas
keadilan Tuhan, karena itu, Kristen dan Yahudi sama dengan
Islam, dan saya tidak melihat perbedaan ketiga kepercayaan
itu di dalam masalah ini.
CHIRRI:
Perbedaan antara Islam dan kepercayaan yang dalam masalah
ini tidak terletak pada konsep keadilan Tuhan itu sendiri,
tetapi pada konsep yang berasal dari azas ini. Islam tidak
menyetujui setiap azas yang bertentangan dengan konsep
keadilan Tuhan. Islam menganjurkan dan menjunjung seluruh
azas yang mungkin berasal dari konsep keadilan Tuhan.
WILSON:
Maukah anda menyebutkan beberapa doktrin (azas-azas) ini
yang berasal dari keadilan Tuhan?
CHIRRI:
Saya akan menyebutkan tiga dari prinsip-prinsip ini yang
berasal dari azas keadilan Tuhan:
1. Tuhan tidak meminta dari makhluk yang diciptakanNya
melakukan apa yang ia tidak dapat lakukan.
Dari Kitab Suci Qur'an:
"Tuhan tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang, hanyalah
sekedar kekuatannya."
Apa yang di luar kesanggupan anda adalah tidak mungkin untuk
anda lakukan. Tuhan tidak meminta yang tidak mungkin.
2. Tuhan tidak membebankan individu tanggungjawab, kecuali
tentang apa yang ia lakukan sendiri yang di bawah
kontrolnya. Tidak seorangpun yang bertanggungjawab apa yang
dilakukan orang lain, walaupun mereka itu temannya sendiri
atau saudaranya, selama perbuatan mereka tidak di bawah
kontrol mereka. Kitab Suci Qur'an:
"Apakah hendak kaucari Tuhan selain Allah? Dialah pemimpin
segala sesuatu. Dan bahwa tiap-tiap diri yang mengusahakan
(kejahatan) maka kejahatan itu untuk (kerugian) dirinya
sendiri, dan tiadalah pemikul beban akan memikul beban orang
lain, sesudah itu tempat kembali kamu kepada Tuhan, lalu
diterangkan oleh Tuhan kepada kamu apa yang menjadi
perselisihan di antara kamu." 6:164
3. Bila ini benar, maka mahkluk hidup tidak dapat dibebani
dosa yang diperbuat Adam & Eve. Jika dikatakan bahwa seluruh
makhluk hidup dibebani dosa turun-temurun yang berasal dari
Adam dan Hawa, tentulah beribu-ribu generasi-generasi
makhluk yang berasal dari Adam dan Hawa akan
bertanggungjawab dari dosa mereka, dan bahwa mereka dihukum
oleh Tuhan untuk dosa-dosa itu yang terjadi sebelum lahirnya
generasi-generasi itu. Ini tentu tidak sesuai dengan
keadilan Tuhan.
Hakim tidak akan menghukum seorang anak yang disebabkan dosa
orang tuanya padahal anak itu tidak tahu menahu. Bagaimana
kita dapat memikirkan bahwa Tuhan menjatuhkan
hukuman-hukuman pada anak-anak dari dosa-dosa yang diperbuat
orang tuanya? Untuk ini, Islam dengan tegas menolak
azas-azas Dosa-dosa Asal, dan menganggap setiap manusia
murni disaat dia dilahirkan dan bebas dari setiap dosa.
Sebenarnya Islam menganjurkan anak bayi sebagai satu contoh
yang sempurna dari kemurnian dan tanpa dosa. Setiap manusia
sesuai ajaran Islam, dilahirkan dalam keadaan murni dan
bebas dari setiap dosa dan selanjutnya murni sampai dia
berbuat dosa pada umur dewasa. Oleh dosa-dosa pada umur
dewasa, anda kehilangan kemurnian anda, tetapi anda dapat
mencapai kemurnian itu lagi melalui tobat yang tulus ikhlas.
Bila anda benar-benar merubah sikap anda dan berniat
benar-benar patuh pada Tuhan Yang Pengasih, Dia akan
menerima anda dan menghapus dosa anda.
Minggu, 01 Desember 2013
Sabtu, 30 November 2013
|
AYAT-AYAT ALKITAB YANG
DISKRIMINATIF
|
1. Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi
boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23:19-20).
"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN, Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskriminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22:25: "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga kepadanya".
2. Tuhan meracuni orang asing (Ulangan 14:21).
"Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
Hah?! Tuhan mau meracuni bangsa asing? Benar-benar rasialis!
3. Yang akan disebut keturunan Abraham adalah keturunan Ishak (Kejadian 21:12).
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Menurut catatan Alkitab, Abraham memiliki beberapa orang anak, diantara mereka adalah Ismail dan Ishak. Tetapi menurut ayat di atas, yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak. Benar-benar rasialis dan diskriminatif !
4. Jika Yesus adalah Tuhan, maka ia telah berlaku diskriminatif kepada non Israel/Yahudi (Matius 10:5-6).
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Sungguh sangat diskriminatif pernyataan Tuhan di atas!
Wassalaam.
"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN, Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskriminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22:25: "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga kepadanya".
2. Tuhan meracuni orang asing (Ulangan 14:21).
"Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
Hah?! Tuhan mau meracuni bangsa asing? Benar-benar rasialis!
3. Yang akan disebut keturunan Abraham adalah keturunan Ishak (Kejadian 21:12).
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Menurut catatan Alkitab, Abraham memiliki beberapa orang anak, diantara mereka adalah Ismail dan Ishak. Tetapi menurut ayat di atas, yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak. Benar-benar rasialis dan diskriminatif !
4. Jika Yesus adalah Tuhan, maka ia telah berlaku diskriminatif kepada non Israel/Yahudi (Matius 10:5-6).
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Sungguh sangat diskriminatif pernyataan Tuhan di atas!
Wassalaam.
Jumat, 29 November 2013
|
AYAT-AYAT ALKITAB YG MUSTAHIL DIPRAKTEKKAN
|
1. Hukum Sabat
Hari Sabat (sabtu) adalah hari tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukunm mati (Keluaran 20:8-11, 31:15, 35:2-3). Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modern. Siapa yang sanggup mengamalkan? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat?
2. Bunuh orang kafir dan musyrik !! (Ulangan 13:6-9)
Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.
3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19:19)
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.
4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:-29)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.
5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matius l8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.
6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5:39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.
7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6:27-29)
Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.
8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam perjalanan (Matius 10:9-10)
Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.
Wassalaam.
Kamis, 28 November 2013
|
AYAT-AYAT IRRASIONAL DALAM
ALKITAB
|
Berikut ini beberapa contoh ayat-ayat Alkitab yang tidak masuk akal (irrasional), yang menunjukkan bahwa ayat-ayat di bawah ini sama sekali bukan firman Tuhan, tetapi merupakan karya tulis tangan manusia yang kurang profesional:
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.
Dalam 2 Tawarikh 21:5,19-20, dikatakan bahwa Yoram berusia 32 tahun pada waktu menjadi raja dan memerintah Yerusalem, lalu meninggal karena penyakit pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, yang berarti ia meninggal pada usia 40 tahun. Sementara itu, dalam 2 Tawarikh 22:1-2, setelah Yoram meninggal, ia digantikan oleh Ahazia, anaknya yang berusia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.
Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem ... Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja. (2 Tawarikh 21:5,19-20)
Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (2 Tawarikh 22:1-2)
2. Usia 11 tahun sudah punya anak.
Dalam 2 Raja-raja 16:2, dikatakan bahwa Ahas berumur 20 tahun ketika naik menjadi raja dan memerintah kerajaan selama 16 tahun. Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (2 Raja-raja 16:20). Smentara itu, dalam 2 Raja-raja 18:2, dijelaskan bahwa umur Hizkia ketika menggantikan ayahnya menjadi raja adalah 25 tahun. Jadi, dalam usia 11 tahun Ahas sudah punya anak??!!
Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, (2 Raja-raja 16:2)
Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2 Raja-raja 16:20)
Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. (2 Raja-aja 18:1-2)
3. Tuhan salah hitung.
Dalam Kejadian 46:8-15, daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama, tetapi pada ayat 15 disebutkan: "Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Pakai Tuhan tidak pandai berhitung??
Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben. Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi. Anak-anak Simeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan. Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul. Anak-anak Isakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron. Anak-anak Zebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel. Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa. (Kejadian 46:8-15)
Wassalaam.
Rabu, 27 November 2013
|
KEDUDUKAN AKAL & OLAH PIKIR
DALAM AL-QUR'AN
|
Materi 'Aql dalam Al-Qur'an
Materi 'aql dalam Al-Qur'an terulang sebanyak 49 kali. Kecuali satu, semuanya datang dalam bentuk fi'il mudhari', terutama materi yang bersambung dengan wawu jama'ah, seperti bentuk ta'qilun atau ya'qilun.
Kata kerja ta'qilun terulang sebanyak 24 kali dan kata kerja ya'qilun sebanyak 22 kali. Sedangkan, kata kerja 'aqala, na'qilu, dan ya'qilu masing-masing terdapat satu kali.
Redaksi Afalaa Ta'qilun dalam Al-Qur'an
Yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk istifham inkari 'pertanyaan negatif' yang bertujuan memberikan dorongan dan membangkitkan semangat. Bentuk redaksional seperti itu (afala ta'qilun) terulang sebanyak 13 kali dalam Al-Qur'an.
Di antaranya adalah firman Allah SWT kepada Bani Israel sekaligus kecaman atas mereka,
QS. 2:44. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
Perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuannya dan bertentangan dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain, tidak akan timbul kecuali dari orang yang tidak lurus pemikirannya serta tidak matang akalnya. Manusia seperti ini bahkan, boleh jadi, memiliki gangguan psikis.
Ayat lain yang di dalamnya terdapat bentuk istifham inkari yang sama adalah firman Allah SWT ketika mendebat Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) tentang masalah Ibrahim, termasuk usaha Ahli Kitab untuk memasukkan Ibrahim bagian dari mereka: sebagai Yahudi atau Kristen. Allah berfirman,
QS. 3:65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
Bagaimana mungkin orang dari generasi lebih awal dimasukkan dalam barisan orang yang datang kemudian? Tentulah hanya orang-orang yang tidak mempunyai otak yang berpendapat seperti itu.
Kita temukan juga ayat lainnya, seperti dalam firman Allah SWT berikut.
QS. 6:32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Ayat sejenis lainnya datang setelah pembicaraan tentang Bani Israel yang rela mengobral nilai-nilai mulia hanya dengan harga murah. Allah SWT berfirman,
QS. 7:169. Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?
Demikian pula dengan ayat berikut,
QS. 12:109. Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?
Kalaulah ditimbang antara perkampungan dunia dan akhirat, tentu yang lebih berat adalah akhirat. Kesenangan dunia itu hanyalah sebentar dan akan hilang. Rasulullah SAW bersabda,
HR. Muslim. "Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti orang yang mencelupkan salah satu jarinya ke dalam lautan, lihatlah berapa banyak air yang dapat ia ambil."
Bagaimana mungkin nilai dunia akan mengalahkan keutamaan akhirat? Hanya orang-orang yang tidak berpikir yang mengatakan seperti itu.
Firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW berikut ini juga merupakan contoh ayat yang di dalamnya mengandung pertanyaan senada.
QS. 10:16. Katakanlah: "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
Allah telah memberi perintah kepada Rasulullah SAW untuk menjelaskan kepada mereka bahwa diutusnya beliau, dengan membawa Al-Qur'an ini, semata-mata atas kehendak Allah bukan karena kehendaknya sendiri. Telah puluhan tahun Nabi SAW hidup bersama mereka, sebelum itu beliau tidak pernah mendakwakan diri, berbicara atas nama Allah, atau mengaku-ngaku menerima wahyu. Maka, bagaimana mungkin dapat diterima akal, orang yang sangat dipercaya selama 40 tahun kemudian tiba-tiba berdusta? Perjalanan beliau yang harus tiba-tiba "menyimpang" dan melakukan tindakan yang kontroversial, tanpa sebab dan justifikasi. Padahal, sampai saat itu, beliau tetap bersama mereka sehingga mereka selalu mengetahui kondisinya, baik pada saat berada di rumah maupun ketika bepergian, sendirian atau bersama orang lain.
Firman Allah SWT berikut ini juga mengandung esensi yang sama,
QS. 21:10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
Rasulullah SAW muncul di tengah-tengah bangsa Arab dengan anugerah Al-Qur'an yang diturunkan dengan bahasa mereka. Di dalamnya, mereka dan kemuliaan mereka disebut--juga terdapat peringatan untuk mereka agar menyembah Allah, serta tentang risalah dan perjalanan mereka--maka apakah mereka tidak berpikir dan memahami nilai yang besar ini?
Ayat lainnya adalah seperti berikut,
QS. 23:80. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Dalam ayat di ini dipaparkan bagaimana aktivitas Allah di dalam kosmos ini: menghidupkan dan mematikan serta menggilir siang dan malam. Ini semua merupakan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Allah, keluasan kehendak-Nya, dan ketinggian hikmah-Nya bagi orang yang mempunyai akal, cerdas, dan mampu merenung. Maka apakah kalian tidak berpikir, wahai orang-orang yang sombong dan ingkar?
Setelah menceritakan tentang bangsa Luth, dijelaskan pula bagaimana Allah menghancurkan kampung mereka dengan cara membalik tanah tempat mereka berpijak. Allah SWT berfirman,
QS. 37:137-138. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Kemudian redaksi "apakah kamu tidak memikirkannya" kembali terulang melalui lisan Nabi Hud AS dan Nabi Ibrahim AS.
Nabi Hud AS bersabda dalam firman Allah,
QS. 11:51. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?"
Maksudnya, orang yang tidak meminta gaji dan balasan dari dakwah yang dilakukannya, bagi orang-orang yang berakal berarti ia bebas dari tuduhan.
Nabi Ibrahim AS bersabda kepada kaumnya dalam firman Allah--ketika mereka menanyakan siapa yang menghancurkan berhala-berhala mereka--sambil menyindir mereka,
QS. 21:63-67. Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)", kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara". Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?" Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
Orang yang menyembah selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat atau memberi celaka, seperti batu yang dapat dipecahkan berkeping-keping dan jika ditanya tidak mampu menjawab, maka ia tidak pantas dimasukkan dalam kelompok orang yang berakal. Hampir sama dengan redaksi tersebut adalah firman Allah SWT (setelah berfirman tentang setan dan peringatan akan bahaya mereka),
QS. 36:62. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Satu redaksional yang bersifat mengingkari datang dengan pelaku orang ketiga bukan orang kedua, seperti dalam firman Allah SWT,
QS. 36:68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Term Ta'qilun dalam Al-Qur'an
QS. 2:242. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.
QS. 3:118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
QS. 24:61. Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.
QS. 57:17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.
QS. 6:151. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).
QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
QS. 43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).
Term Ya'qilun Bersifat Menetapkan dan Mengingkari
QS. 2:170. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
QS. 2:171. Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
QS. 5:58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.
QS. 5:103. Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan h haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
QS. 8:22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun.
QS. 10:42. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.
QS. 10:100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
QS. 29:63. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).
QS. 49:4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
QS. 59:14. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
QS. 25:43-44. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
Ayat-ayat Kauniyah adalah Objek Kajian Akal
QS. 2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
QS. 30:24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
QS. 45:5. dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
QS. 13:4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
QS. 16:66-67. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
QS. 16:12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),
QS. 29:35. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.
QS. 22:46. maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
QS. 30:28. Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.
QS. 67:10-11. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
DAN LAIN SEBAGAINYA..
Wassalaam.
Materi 'aql dalam Al-Qur'an terulang sebanyak 49 kali. Kecuali satu, semuanya datang dalam bentuk fi'il mudhari', terutama materi yang bersambung dengan wawu jama'ah, seperti bentuk ta'qilun atau ya'qilun.
Kata kerja ta'qilun terulang sebanyak 24 kali dan kata kerja ya'qilun sebanyak 22 kali. Sedangkan, kata kerja 'aqala, na'qilu, dan ya'qilu masing-masing terdapat satu kali.
Redaksi Afalaa Ta'qilun dalam Al-Qur'an
Yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk istifham inkari 'pertanyaan negatif' yang bertujuan memberikan dorongan dan membangkitkan semangat. Bentuk redaksional seperti itu (afala ta'qilun) terulang sebanyak 13 kali dalam Al-Qur'an.
Di antaranya adalah firman Allah SWT kepada Bani Israel sekaligus kecaman atas mereka,
QS. 2:44. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
Perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuannya dan bertentangan dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain, tidak akan timbul kecuali dari orang yang tidak lurus pemikirannya serta tidak matang akalnya. Manusia seperti ini bahkan, boleh jadi, memiliki gangguan psikis.
Ayat lain yang di dalamnya terdapat bentuk istifham inkari yang sama adalah firman Allah SWT ketika mendebat Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) tentang masalah Ibrahim, termasuk usaha Ahli Kitab untuk memasukkan Ibrahim bagian dari mereka: sebagai Yahudi atau Kristen. Allah berfirman,
QS. 3:65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
Bagaimana mungkin orang dari generasi lebih awal dimasukkan dalam barisan orang yang datang kemudian? Tentulah hanya orang-orang yang tidak mempunyai otak yang berpendapat seperti itu.
Kita temukan juga ayat lainnya, seperti dalam firman Allah SWT berikut.
QS. 6:32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Ayat sejenis lainnya datang setelah pembicaraan tentang Bani Israel yang rela mengobral nilai-nilai mulia hanya dengan harga murah. Allah SWT berfirman,
QS. 7:169. Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?
Demikian pula dengan ayat berikut,
QS. 12:109. Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?
Kalaulah ditimbang antara perkampungan dunia dan akhirat, tentu yang lebih berat adalah akhirat. Kesenangan dunia itu hanyalah sebentar dan akan hilang. Rasulullah SAW bersabda,
HR. Muslim. "Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti orang yang mencelupkan salah satu jarinya ke dalam lautan, lihatlah berapa banyak air yang dapat ia ambil."
Bagaimana mungkin nilai dunia akan mengalahkan keutamaan akhirat? Hanya orang-orang yang tidak berpikir yang mengatakan seperti itu.
Firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW berikut ini juga merupakan contoh ayat yang di dalamnya mengandung pertanyaan senada.
QS. 10:16. Katakanlah: "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
Allah telah memberi perintah kepada Rasulullah SAW untuk menjelaskan kepada mereka bahwa diutusnya beliau, dengan membawa Al-Qur'an ini, semata-mata atas kehendak Allah bukan karena kehendaknya sendiri. Telah puluhan tahun Nabi SAW hidup bersama mereka, sebelum itu beliau tidak pernah mendakwakan diri, berbicara atas nama Allah, atau mengaku-ngaku menerima wahyu. Maka, bagaimana mungkin dapat diterima akal, orang yang sangat dipercaya selama 40 tahun kemudian tiba-tiba berdusta? Perjalanan beliau yang harus tiba-tiba "menyimpang" dan melakukan tindakan yang kontroversial, tanpa sebab dan justifikasi. Padahal, sampai saat itu, beliau tetap bersama mereka sehingga mereka selalu mengetahui kondisinya, baik pada saat berada di rumah maupun ketika bepergian, sendirian atau bersama orang lain.
Firman Allah SWT berikut ini juga mengandung esensi yang sama,
QS. 21:10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
Rasulullah SAW muncul di tengah-tengah bangsa Arab dengan anugerah Al-Qur'an yang diturunkan dengan bahasa mereka. Di dalamnya, mereka dan kemuliaan mereka disebut--juga terdapat peringatan untuk mereka agar menyembah Allah, serta tentang risalah dan perjalanan mereka--maka apakah mereka tidak berpikir dan memahami nilai yang besar ini?
Ayat lainnya adalah seperti berikut,
QS. 23:80. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Dalam ayat di ini dipaparkan bagaimana aktivitas Allah di dalam kosmos ini: menghidupkan dan mematikan serta menggilir siang dan malam. Ini semua merupakan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Allah, keluasan kehendak-Nya, dan ketinggian hikmah-Nya bagi orang yang mempunyai akal, cerdas, dan mampu merenung. Maka apakah kalian tidak berpikir, wahai orang-orang yang sombong dan ingkar?
Setelah menceritakan tentang bangsa Luth, dijelaskan pula bagaimana Allah menghancurkan kampung mereka dengan cara membalik tanah tempat mereka berpijak. Allah SWT berfirman,
QS. 37:137-138. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Kemudian redaksi "apakah kamu tidak memikirkannya" kembali terulang melalui lisan Nabi Hud AS dan Nabi Ibrahim AS.
Nabi Hud AS bersabda dalam firman Allah,
QS. 11:51. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?"
Maksudnya, orang yang tidak meminta gaji dan balasan dari dakwah yang dilakukannya, bagi orang-orang yang berakal berarti ia bebas dari tuduhan.
Nabi Ibrahim AS bersabda kepada kaumnya dalam firman Allah--ketika mereka menanyakan siapa yang menghancurkan berhala-berhala mereka--sambil menyindir mereka,
QS. 21:63-67. Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)", kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara". Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?" Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
Orang yang menyembah selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat atau memberi celaka, seperti batu yang dapat dipecahkan berkeping-keping dan jika ditanya tidak mampu menjawab, maka ia tidak pantas dimasukkan dalam kelompok orang yang berakal. Hampir sama dengan redaksi tersebut adalah firman Allah SWT (setelah berfirman tentang setan dan peringatan akan bahaya mereka),
QS. 36:62. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Satu redaksional yang bersifat mengingkari datang dengan pelaku orang ketiga bukan orang kedua, seperti dalam firman Allah SWT,
QS. 36:68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Term Ta'qilun dalam Al-Qur'an
QS. 2:242. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.
QS. 3:118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
QS. 24:61. Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.
QS. 57:17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.
QS. 6:151. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).
QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
QS. 43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).
Term Ya'qilun Bersifat Menetapkan dan Mengingkari
QS. 2:170. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
QS. 2:171. Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
QS. 5:58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.
QS. 5:103. Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan h haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
QS. 8:22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun.
QS. 10:42. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.
QS. 10:100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
QS. 29:63. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).
QS. 49:4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
QS. 59:14. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
QS. 25:43-44. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
Ayat-ayat Kauniyah adalah Objek Kajian Akal
QS. 2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
QS. 30:24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
QS. 45:5. dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
QS. 13:4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
QS. 16:66-67. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
QS. 16:12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),
QS. 29:35. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.
QS. 22:46. maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
QS. 30:28. Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.
QS. 67:10-11. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
DAN LAIN SEBAGAINYA..
Wassalaam.
Selasa, 26 November 2013
|
AL-QUR'AN DAN INDUSTRI
MODERN
|
Ada banyak keserasian antara ayat-ayat Al-Qur'an dengan berbagai macam industri modern yang ditemukan oleh manusia. Contoh-contoh berikut menunjukkan isyarat dari Al-Qur'an tentang kegiatan industri-industri tersebut, padahal Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 Masehi dimana manusia pada waktu itu masih buta iptek.
Pertama, Al-Qur'an telah mengisyaratkan industri dan teknologi yang bermacam-macam, seperti industri logam (besi) di bidang militer dan sipil. Hal ini diisyaratkan dalam ayat,
"...Dan Kami ciptakan
besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi
manusia,..." (QS. 57:25)
Frasa "kekuatan yang hebat" mengisyaratkan industri-industri militer.
Sedangkan frasa "berbagai manfaat bagi manusia" mengisyaratkan industri sipil.
Kedua, Al-Qur'an juga mengisyaratkan industri pangan dan minuman haram sebagaimana dalam ayat,
Kedua, Al-Qur'an juga mengisyaratkan industri pangan dan minuman haram sebagaimana dalam ayat,
"Dan dari buah korma dan
anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki yang baik...." (QS. 16:67)
Ketiga,
Al-Qur'an mengisyaratkan
industri sesuatu yang bisa diambil dari hewan sebagaimana dalam ayat,
"Dan
Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan
bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa
ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan
(dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat
rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). (QS.
16:80)
Keempat, Al-Qur'an mengisyaratkan industri aksesori dan
perhiasan sebagaimana dalam ayat,
"...Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat
perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu...." (QS.
13:17)
"...dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai;... (QS. 16:14)
"...dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai;... (QS. 16:14)
Kelima, Al-Qur'an
mengisyaratkan industri kapal laut sebagaimana dalam ayat,
"Lalu Kami wahyukan
kepadanya: 'Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami,... (QS.
23:27)
"Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya.... (QS. 11:38)
"Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya.... (QS. 11:38)
Keenam, Al-Qur'an mengisyaratkan teknologi konstruksi bangunan sebagaimana
telah dipelajari oleh Ibrahim dan Ismail. Keduanya telah membangun rumah pertama
yang sangat kokoh untuk manusia sebagaimana dalam ayat,
"Dan (ingatlah), ketika
Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail... (QS.
2:127)
Ketujuh, Al-Qur'an mengisyaratkan teknologi waduk raksasa sebagaimana
Dzulqarnain pernah membangunnya,
"berilah aku potongan-potongan besi'. Hingga apabila besi itu telah
sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: 'Tiuplah
(api itu)'. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun
berkata: 'Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas
itu'. Maka mereka (Ya'juj dan Ma'juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak
bisa (pula) melobanginya." (QS. 18:96-97)
Dalam teks Arabnya, terdapat kata "al-qithr", artinya "tembaga yang
telah dicairkan", yang jika dicampurkan ke dalam besi maka besi itu akan
bertambah keras dan kuat.
Kedelapan, Al-Qur'an mengisyaratkan berbagai jenis industri yang telah
dikerjakan para jin untuk Nabi Sulaiman,
"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu (umat Israel) yang berterima kasih." (QS. 34:13)
"Kemudian Kami tundukkan kepadanya (Sulaiman) angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan yang semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu." (QS. 38:36-38)
Industri dan teknologi yang dikerjakan jin tidak berarti bahwa manusia tidak mampu mengerjakannya. Dalam kisah Sulaiman kita dapatkan sebagian manusia "yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab" (QS. 27:40) mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh jin Ifrit.
Selain yang telah disebutkan, masih banyak industri yang diisyaratkan oleh Al-Qur'an.
Wassalaam.
"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu (umat Israel) yang berterima kasih." (QS. 34:13)
"Kemudian Kami tundukkan kepadanya (Sulaiman) angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan yang semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu." (QS. 38:36-38)
Industri dan teknologi yang dikerjakan jin tidak berarti bahwa manusia tidak mampu mengerjakannya. Dalam kisah Sulaiman kita dapatkan sebagian manusia "yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab" (QS. 27:40) mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh jin Ifrit.
Selain yang telah disebutkan, masih banyak industri yang diisyaratkan oleh Al-Qur'an.
Wassalaam.
Minggu, 24 November 2013
KISAH KU DI PONDOK
Assalamualikum w.r
nama : sudi hardi
tmpat lahir: mataram
tgl lahir: 25/05/1993
temen yang membaca kisah ku ini adalah kisah perjalan ku pergi ke pondok
di di malam yang dingin,aku merenung yang begitu dalam untuk memikirkan nasibku yang sekarang di uji untuk berangkat ke pondok untuk menuntuk ilmu .
semejak saya meninggalkan pulau lombok desa jelateng yang lahir dari orang yang sederhana dan mempunyai kakak yang lulusan SMP,Namanya sadery dan mempunyai adek masih sekolah di mts mataram.
baru kali ini aku ingin menulis sejarah perjalan hidupku merantau mencari ilmu yang islami yang sesuai syari'at islam.
saya sekolah sd di lombk cuma 5 tahun dan setelah itu pindah ke dempasar bali.
temen tau gak ? sya jadi keingat terus waktu aku mau berangkat ke pondok .
dengan semangat menyiapkan perlengkapan yang akan aku bawa selama di pondo.
buku - buku ,pulpen,dan peralatan yang lainya yang sudah di bungkus rapi di dalam kardus dan tas.
yang paling aku gak lupa waktu itu ,aku sudah penuh dengan sesak oleh baju,handuk,dan peralatan lainya....
kata mamaku! waktu mama mengasikkan aku barang - barang yang lain.
mama taya! emang kamu mau mondok apa mau piknik sih?......
hehehe gak lah ma .aku mondok itu mau belajar ilmu agama mama sayang,perasaaan mama campur aduk waktu aku mau berangkat,tapi mama berusaha tenang dan terus - terusan istigfar .
paginya mama masak ayam kesukaanku untuk di bawa ke pondok.
waktu aku mau naik mobil meninggalkan mama ,bertapa berat rasanya mama melepaskan aku ,rasanya hidup terpisah jauh dari anaknya.
mama sering meneteskan air mata ,tapi mama ingi air mata ini air mata kebahagiaan .
lalu mama melepaskan aku dengan bismillah . bersambung.......
Assalamualikum w.r
nama : sudi hardi
tmpat lahir: mataram
tgl lahir: 25/05/1993
temen yang membaca kisah ku ini adalah kisah perjalan ku pergi ke pondok
di di malam yang dingin,aku merenung yang begitu dalam untuk memikirkan nasibku yang sekarang di uji untuk berangkat ke pondok untuk menuntuk ilmu .
semejak saya meninggalkan pulau lombok desa jelateng yang lahir dari orang yang sederhana dan mempunyai kakak yang lulusan SMP,Namanya sadery dan mempunyai adek masih sekolah di mts mataram.
baru kali ini aku ingin menulis sejarah perjalan hidupku merantau mencari ilmu yang islami yang sesuai syari'at islam.
saya sekolah sd di lombk cuma 5 tahun dan setelah itu pindah ke dempasar bali.
temen tau gak ? sya jadi keingat terus waktu aku mau berangkat ke pondok .
dengan semangat menyiapkan perlengkapan yang akan aku bawa selama di pondo.
buku - buku ,pulpen,dan peralatan yang lainya yang sudah di bungkus rapi di dalam kardus dan tas.
yang paling aku gak lupa waktu itu ,aku sudah penuh dengan sesak oleh baju,handuk,dan peralatan lainya....
kata mamaku! waktu mama mengasikkan aku barang - barang yang lain.
mama taya! emang kamu mau mondok apa mau piknik sih?......
hehehe gak lah ma .aku mondok itu mau belajar ilmu agama mama sayang,perasaaan mama campur aduk waktu aku mau berangkat,tapi mama berusaha tenang dan terus - terusan istigfar .
paginya mama masak ayam kesukaanku untuk di bawa ke pondok.
waktu aku mau naik mobil meninggalkan mama ,bertapa berat rasanya mama melepaskan aku ,rasanya hidup terpisah jauh dari anaknya.
mama sering meneteskan air mata ,tapi mama ingi air mata ini air mata kebahagiaan .
lalu mama melepaskan aku dengan bismillah . bersambung.......
Langganan:
Postingan (Atom)


