Pages

Subscribe:

Minggu, 01 Desember 2013

PERTAYAAN TENTANG KEADILAN TUHAN 

WILSON:   Saya tahu bahwa Kitab Suci Qur'an telah jelas di dalam ketentuan sifat Tuhan seperti pengampun, bijaksana, selalu hidup, pencipta alam semesta, tanpa teman atau bersekutu, atau anak.   Tetapi saya ingin mengetahui bahwa "Adil" adalah salah satu sifat-sifat Tuhan. Saya telah berbicara dengan beberapa orang Islam bahwa itu adalah salah satu darl sifat-sifat Tuhan, tapi orang-orang Islam yang lain bilang tidak benar.   CHIRRI:   Tidak ada Agama yang logis (menurut akal) dapat menolak atau meragukan keadilan Tuhan dan kemurahanNya. Menolak keadilanNya adalah benar-benar meruntuhkan konsep Agama. Tidak ada kepercayaan Agama yang tidak percaya adanya keagunganNya. Agama tidak akan berguna bagi kita tanpa percaya pada keadilanNya   Lebih lanjut, kita percaya pada pesan-pesan dan utusan-utusan Tuhan sebab kita fikir bahwa Dia cukup adil untuk mengabarkan kepada pesuruh-pesuruhNya apa yang Dia inginkan dari mereka.   Tetapi Tuhan yang tidak adil mungkin tidak akan mengatakan pada kita segala sesuatu atau mungkin dengan jalan memberi ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum orang-orang yang berbuat salah.   Sangkalan terhadap keadilan Tuhan pada gilirannya juga akan menyangkal akhirat (hari kemudian), sebab akhirat adalah tempat melangsungkannya keadilan dengan jalan memberi ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum orang-orang yang berbuat salah.   Singkatnya, konsep keadilan Tuhan untuk kita sama pentingnya dengan konsep adanya Dia dan keesaanNya, dan penyangkalan keadilanNya berarti menghancurkan Agama, persis seperti penyangkalan adanya Tuhan atau keesaanNya.   Untuk ini, konsep keadilan Tuhan harus dianggap sebagai dasar Agama. Tapi itu tidak akan ada Agama yang logis dapat ditumbuhkan.   Islam benar-benar sesuai dengan kebenaran ini dan pemikiran yang logis. Kitab Suci Qur'an menyatakan keadilan Tuhan sama penting dengan keesaan Tuhan dan adanya Tuhan.   Di dalam penilaian-penilaian ajaranNya, ketidak adilan ditiadakan. Di dalam banyak ajaran-ajaranNya, Tuhan dilukiskan sebagai yang adil, atau bahwa Dia tidak ingin melakukan ketidak-adilan terhadap pesuruh-pesuruhnya, atau bahwa Dia tidak akan membuang perbuatan dari setiap perbuatan-perbuatan yang dilakukan, atau bahwa Dia tidak akan menyebabkan siapapun juga kehilangan satu berat atom.   "Tuhan mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain dari padaNya, dan malaikat-malaikat dan orang-orang yang berilmu, yang tegak dengan keadilan, mengakui juga tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Kuasa dan Bijaksana."   "Dan siapa yang mengerjakan perbuatan baik seberat atom, akan dilihatnya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat atom, akan dilihatNya." 99:7-8   WILSON:   Pernyataan anda tentang keadilan Tuhan adalah salah satu pernyataan-pernyatan yang paling masuk akal yang pernah saya dengar. Sebenarnya, kepentingan azas Agama ini tidak dilebih-lebihkan, sebab konsep Tuhan tanpa keadilanNya tidak akan berguna bagi kita.   Kepercayaan Yuda (Yudaism) dan Kristen sesuai dengan Islam mempunyai pandangan yang sama, dan tidak ada orang-orang Kristen atau Yahudi yang meragukan keadilan Tuhan. Azas keadilan Tuhan, karena itu, Kristen dan Yahudi sama dengan Islam, dan saya tidak melihat perbedaan ketiga kepercayaan itu di dalam masalah ini.   CHIRRI:   Perbedaan antara Islam dan kepercayaan yang dalam masalah ini tidak terletak pada konsep keadilan Tuhan itu sendiri, tetapi pada konsep yang berasal dari azas ini. Islam tidak menyetujui setiap azas yang bertentangan dengan konsep keadilan Tuhan. Islam menganjurkan dan menjunjung seluruh azas yang mungkin berasal dari konsep keadilan Tuhan.   WILSON:   Maukah anda menyebutkan beberapa doktrin (azas-azas) ini yang berasal dari keadilan Tuhan?   CHIRRI:   Saya akan menyebutkan tiga dari prinsip-prinsip ini yang berasal dari azas keadilan Tuhan:   1. Tuhan tidak meminta dari makhluk yang diciptakanNya melakukan apa yang ia tidak dapat lakukan.   Dari Kitab Suci Qur'an:   "Tuhan tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang, hanyalah sekedar kekuatannya."   Apa yang di luar kesanggupan anda adalah tidak mungkin untuk anda lakukan. Tuhan tidak meminta yang tidak mungkin.   2. Tuhan tidak membebankan individu tanggungjawab, kecuali tentang apa yang ia lakukan sendiri yang di bawah kontrolnya. Tidak seorangpun yang bertanggungjawab apa yang dilakukan orang lain, walaupun mereka itu temannya sendiri atau saudaranya, selama perbuatan mereka tidak di bawah kontrol mereka. Kitab Suci Qur'an:   "Apakah hendak kaucari Tuhan selain Allah? Dialah pemimpin segala sesuatu. Dan bahwa tiap-tiap diri yang mengusahakan (kejahatan) maka kejahatan itu untuk (kerugian) dirinya sendiri, dan tiadalah pemikul beban akan memikul beban orang lain, sesudah itu tempat kembali kamu kepada Tuhan, lalu diterangkan oleh Tuhan kepada kamu apa yang menjadi perselisihan di antara kamu." 6:164   3. Bila ini benar, maka mahkluk hidup tidak dapat dibebani dosa yang diperbuat Adam & Eve. Jika dikatakan bahwa seluruh makhluk hidup dibebani dosa turun-temurun yang berasal dari Adam dan Hawa, tentulah beribu-ribu generasi-generasi makhluk yang berasal dari Adam dan Hawa akan bertanggungjawab dari dosa mereka, dan bahwa mereka dihukum oleh Tuhan untuk dosa-dosa itu yang terjadi sebelum lahirnya generasi-generasi itu. Ini tentu tidak sesuai dengan keadilan Tuhan.   Hakim tidak akan menghukum seorang anak yang disebabkan dosa orang tuanya padahal anak itu tidak tahu menahu. Bagaimana kita dapat memikirkan bahwa Tuhan menjatuhkan hukuman-hukuman pada anak-anak dari dosa-dosa yang diperbuat orang tuanya? Untuk ini, Islam dengan tegas menolak azas-azas Dosa-dosa Asal, dan menganggap setiap manusia murni disaat dia dilahirkan dan bebas dari setiap dosa. Sebenarnya Islam menganjurkan anak bayi sebagai satu contoh yang sempurna dari kemurnian dan tanpa dosa. Setiap manusia sesuai ajaran Islam, dilahirkan dalam keadaan murni dan bebas dari setiap dosa dan selanjutnya murni sampai dia berbuat dosa pada umur dewasa. Oleh dosa-dosa pada umur dewasa, anda kehilangan kemurnian anda, tetapi anda dapat mencapai kemurnian itu lagi melalui tobat yang tulus ikhlas. Bila anda benar-benar merubah sikap anda dan berniat benar-benar patuh pada Tuhan Yang Pengasih, Dia akan menerima anda dan menghapus dosa anda.

Sabtu, 30 November 2013

AYAT-AYAT ALKITAB YANG DISKRIMINATIF 
 
1. Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23:19-20). 
"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN, Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskriminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22:25:
"Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga kepadanya". 
2. Tuhan meracuni orang asing (Ulangan 14:21).   
"Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya." 

Hah?! Tuhan mau meracuni bangsa asing? Benar-benar rasialis!
3. Yang akan disebut keturunan Abraham adalah keturunan Ishak (Kejadian 21:12).
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Menurut catatan Alkitab, Abraham memiliki beberapa orang anak, diantara mereka adalah Ismail dan Ishak. Tetapi menurut ayat di atas, yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak. Benar-benar rasialis dan diskriminatif ! 
4. Jika Yesus adalah Tuhan, maka ia telah berlaku diskriminatif kepada non Israel/Yahudi (Matius 10:5-6). 
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 
Sungguh sangat diskriminatif pernyataan Tuhan di atas!  


Wassalaam.


Jumat, 29 November 2013

AYAT-AYAT ALKITAB YG MUSTAHIL DIPRAKTEKKAN

1. Hukum Sabat

Hari Sabat (sabtu) adalah hari tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukunm mati (Keluaran 20:8-11, 31:15, 35:2-3). Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modern. Siapa yang sanggup mengamalkan? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat? 
2. Bunuh orang kafir dan musyrik !! (Ulangan 13:6-9)  

Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain. 
3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19:19) 

Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis. 
4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:-29)

Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta. 
5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matius l8:8-9) 

Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung. 
6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5:39-44) 

Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang. 
7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6:27-29) 

Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah. 
8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam perjalanan (Matius 10:9-10) 

Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.  


Wassalaam.

Kamis, 28 November 2013

AYAT-AYAT IRRASIONAL DALAM ALKITAB


Berikut ini beberapa contoh ayat-ayat Alkitab yang tidak masuk akal (irrasional), yang menunjukkan bahwa ayat-ayat di bawah ini sama sekali bukan firman Tuhan, tetapi merupakan karya tulis tangan manusia yang kurang profesional: 
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya. 
Dalam 2 Tawarikh 21:5,19-20, dikatakan bahwa Yoram berusia 32 tahun pada waktu menjadi raja dan memerintah Yerusalem, lalu meninggal karena penyakit pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, yang berarti ia meninggal pada usia 40 tahun. Sementara itu, dalam 2 Tawarikh 22:1-2, setelah Yoram meninggal, ia digantikan oleh Ahazia, anaknya yang berusia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya. 
Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem ... Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja. (2 Tawarikh 21:5,19-20) 

Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (2 Tawarikh 22:1-2) 

2. Usia 11 tahun sudah punya anak.

Dalam 2 Raja-raja 16:2, dikatakan bahwa Ahas berumur 20 tahun ketika naik menjadi raja dan memerintah kerajaan selama 16 tahun. Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (2 Raja-raja 16:20). Smentara itu, dalam 2 Raja-raja 18:2, dijelaskan bahwa umur Hizkia ketika menggantikan ayahnya menjadi raja adalah 25 tahun. Jadi, dalam usia 11 tahun Ahas sudah punya anak??!! 


Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, (2 Raja-raja 16:2) 

Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2 Raja-raja 16:20) 

Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. (2 Raja-aja 18:1-2) 

3. Tuhan salah hitung.

Dalam Kejadian 46:8-15, daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama, tetapi pada ayat 15 disebutkan: "Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Pakai Tuhan tidak pandai berhitung?? 
Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben. Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi. Anak-anak Simeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan. Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul. Anak-anak Isakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron. Anak-anak Zebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel. Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa. (Kejadian 46:8-15)



Wassalaam.

Rabu, 27 November 2013

KEDUDUKAN AKAL & OLAH PIKIR  DALAM AL-QUR'AN
Materi 'Aql dalam Al-Qur'an  

Materi
'aql dalam Al-Qur'an terulang sebanyak 49 kali. Kecuali satu, semuanya datang dalam bentuk fi'il mudhari', terutama materi yang bersambung dengan wawu jama'ah, seperti bentuk ta'qilun atau ya'qilun.  

Kata kerja
ta'qilun terulang sebanyak 24 kali dan kata kerja ya'qilun sebanyak 22 kali. Sedangkan, kata kerja 'aqala, na'qilu, dan ya'qilu masing-masing terdapat satu kali.   

Redaksi Afalaa Ta'qilun dalam Al-Qur'an  

Yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk
istifham inkari 'pertanyaan negatif' yang bertujuan memberikan dorongan dan membangkitkan semangat. Bentuk redaksional seperti itu (afala ta'qilun) terulang sebanyak 13 kali dalam Al-Qur'an.  

Di antaranya adalah firman Allah SWT kepada Bani Israel sekaligus kecaman atas mereka,  
QS. 2:44. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

Perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuannya dan bertentangan dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain, tidak akan timbul kecuali dari orang yang tidak lurus pemikirannya serta tidak matang akalnya. Manusia seperti ini bahkan, boleh jadi, memiliki gangguan psikis.  

Ayat lain yang di dalamnya terdapat bentuk
istifham inkari yang sama adalah firman Allah SWT ketika mendebat Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) tentang masalah Ibrahim, termasuk usaha Ahli Kitab untuk memasukkan Ibrahim bagian dari mereka: sebagai Yahudi atau Kristen. Allah berfirman,  
QS. 3:65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?  

Bagaimana mungkin orang dari generasi lebih awal dimasukkan dalam barisan orang yang datang kemudian? Tentulah hanya orang-orang yang tidak mempunyai otak yang berpendapat seperti itu.  

Kita temukan juga ayat lainnya, seperti dalam firman Allah SWT berikut.  
QS. 6:32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? 

Ayat sejenis lainnya datang setelah pembicaraan tentang Bani Israel yang rela mengobral nilai-nilai mulia hanya dengan harga murah. Allah SWT berfirman,  
QS. 7:169. Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?  

Demikian pula dengan ayat berikut,  
QS. 12:109. Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?  

Kalaulah ditimbang antara perkampungan dunia dan akhirat, tentu yang lebih berat adalah akhirat. Kesenangan dunia itu hanyalah sebentar dan akan hilang. Rasulullah SAW bersabda,  
HR. Muslim. "Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti orang yang mencelupkan salah satu jarinya ke dalam lautan, lihatlah berapa banyak air yang dapat ia ambil."  

Bagaimana mungkin nilai dunia akan mengalahkan keutamaan akhirat? Hanya orang-orang yang tidak berpikir yang mengatakan seperti itu.  

Firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW berikut ini juga merupakan contoh ayat yang di dalamnya mengandung pertanyaan senada.  
QS. 10:16. Katakanlah: "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?  

Allah telah memberi perintah kepada Rasulullah SAW untuk menjelaskan kepada mereka bahwa diutusnya beliau, dengan membawa Al-Qur'an ini, semata-mata atas kehendak Allah bukan karena kehendaknya sendiri. Telah puluhan tahun Nabi SAW hidup bersama mereka, sebelum itu beliau tidak pernah mendakwakan diri, berbicara atas nama Allah, atau mengaku-ngaku menerima wahyu. Maka, bagaimana mungkin dapat diterima akal, orang yang sangat dipercaya selama 40 tahun kemudian tiba-tiba berdusta? Perjalanan beliau yang harus tiba-tiba "menyimpang" dan melakukan tindakan yang kontroversial, tanpa sebab dan justifikasi. Padahal, sampai saat itu, beliau tetap bersama mereka sehingga mereka selalu mengetahui kondisinya, baik pada saat berada di rumah maupun ketika bepergian, sendirian atau bersama orang lain.  

Firman Allah SWT berikut ini juga mengandung esensi yang sama,  
QS. 21:10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?  

Rasulullah SAW muncul di tengah-tengah bangsa Arab dengan anugerah Al-Qur'an yang diturunkan dengan bahasa mereka. Di dalamnya, mereka dan kemuliaan mereka disebut--juga terdapat peringatan untuk mereka agar menyembah Allah, serta tentang risalah dan perjalanan mereka--maka apakah mereka tidak berpikir dan memahami nilai yang besar ini?  

Ayat lainnya adalah seperti berikut,  
QS. 23:80. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?  

Dalam ayat di ini dipaparkan bagaimana aktivitas Allah di dalam kosmos ini: menghidupkan dan mematikan serta menggilir siang dan malam. Ini semua merupakan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Allah, keluasan kehendak-Nya, dan ketinggian hikmah-Nya bagi orang yang mempunyai akal, cerdas, dan mampu merenung. Maka apakah kalian tidak berpikir, wahai orang-orang yang sombong dan ingkar?  

Setelah menceritakan tentang bangsa Luth, dijelaskan pula bagaimana Allah menghancurkan kampung mereka dengan cara membalik tanah tempat mereka berpijak. Allah SWT berfirman,  
QS. 37:137-138. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

Kemudian redaksi "apakah kamu tidak memikirkannya" kembali terulang melalui lisan Nabi Hud AS dan Nabi Ibrahim AS.  

Nabi Hud AS bersabda dalam firman Allah,  
QS. 11:51. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?"  

Maksudnya, orang yang tidak meminta gaji dan balasan dari dakwah yang dilakukannya, bagi orang-orang yang berakal berarti ia bebas dari tuduhan.  

Nabi Ibrahim AS bersabda kepada kaumnya dalam firman Allah--ketika mereka menanyakan siapa yang menghancurkan berhala-berhala mereka--sambil menyindir mereka,  
QS. 21:63-67. Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)", kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara". Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?" Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?

Orang yang menyembah selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat atau memberi celaka, seperti batu yang dapat dipecahkan berkeping-keping dan jika ditanya tidak mampu menjawab, maka ia tidak pantas dimasukkan dalam kelompok orang yang berakal.   Hampir sama dengan redaksi tersebut adalah firman Allah SWT (setelah berfirman tentang setan dan peringatan akan bahaya mereka),  
QS. 36:62. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?  

Satu redaksional yang bersifat mengingkari datang dengan pelaku orang ketiga bukan orang kedua, seperti dalam firman Allah SWT,  
QS. 36:68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?  

Term Ta'qilun dalam Al-Qur'an  
QS. 2:242. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

QS. 3:118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami),
jika kamu memahaminya.

QS. 24:61. Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu,
agar kamu memahaminya.

QS. 57:17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami)
supaya kamu memikirkannya.

QS. 6:151. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu
supaya kamu memahami (nya).  

QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab,
agar kamu memahaminya.  

QS. 43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab
supaya kamu memahami (nya). 

Term Ya'qilun Bersifat Menetapkan dan Mengingkari  
QS. 2:170. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"

QS. 2:171. Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta,
maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.  

QS. 5:58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena
mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.  

QS. 5:103. Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan h haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan
kebanyakan mereka tidak mengerti.  

QS. 8:22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah
orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun.  

QS. 10:42. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun
mereka tidak mengerti.

QS. 10:100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada
orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.  

QS. 29:63. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi
kebanyakan mereka tidak memahami (nya). 

QS. 49:4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu)
kebanyakan mereka tidak mengerti.  

QS. 59:14. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya
mereka adalah kaum yang tidak mengerti.  

QS. 25:43-44. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau
apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).   

Ayat-ayat Kauniyah adalah Objek Kajian Akal  

QS. 2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah)
bagi kaum yang memikirkan.  

QS. 30:24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang mempergunakan akalnya.  

QS. 45:5. dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang berakal.  

QS. 13:4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)
bagi kaum yang berfikir.  

QS. 16:66-67. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah)
bagi orang yang memikirkan.  

QS. 16:12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang memahami (nya),  

QS. 29:35. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata
bagi orang-orang yang berakal.

QS. 22:46. maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu
mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.  

QS. 30:28. Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat
bagi kaum yang berakal. 

QS. 67:10-11. Dan mereka berkata:
"Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu)
niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.   

DAN LAIN SEBAGAINYA..    


Wassalaam.

 

Selasa, 26 November 2013

AL-QUR'AN DAN INDUSTRI MODERN

Ada banyak keserasian antara ayat-ayat
Al-Qur'an dengan berbagai macam industri modern yang ditemukan oleh manusia. Contoh-contoh berikut menunjukkan isyarat dari Al-Qur'an tentang kegiatan industri-industri tersebut, padahal Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 Masehi dimana manusia pada waktu itu masih buta iptek.
Pertama, Al-Qur'an telah mengisyaratkan industri dan teknologi yang bermacam-macam, seperti industri logam (besi) di bidang militer dan sipil. Hal ini diisyaratkan dalam ayat, 
 
"...Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia,..." (QS. 57:25) 
 
Frasa "kekuatan yang hebat" mengisyaratkan industri-industri militer. Sedangkan frasa "berbagai manfaat bagi manusia" mengisyaratkan industri sipil. 
Kedua, Al-Qur'an juga mengisyaratkan industri pangan dan minuman haram sebagaimana dalam ayat, 
 
"Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki yang baik...." (QS. 16:67) 
 
Ketiga, Al-Qur'an mengisyaratkan industri sesuatu yang bisa diambil dari hewan sebagaimana dalam ayat, 
 
"Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). (QS. 16:80) 
 
Keempat, Al-Qur'an mengisyaratkan industri aksesori dan perhiasan sebagaimana dalam ayat, 
 
"...Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu...." (QS. 13:17) 

"...dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai;... (QS. 16:14) 

 
Kelima, Al-Qur'an mengisyaratkan industri kapal laut sebagaimana dalam ayat, 
 
"Lalu Kami wahyukan kepadanya: 'Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami,... (QS. 23:27) 


"Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya.... (QS. 11:38) 

 
Keenam, Al-Qur'an mengisyaratkan teknologi konstruksi bangunan sebagaimana telah dipelajari oleh Ibrahim dan Ismail. Keduanya telah membangun rumah pertama yang sangat kokoh untuk manusia sebagaimana dalam ayat, 
 
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail... (QS. 2:127) 
 
Ketujuh, Al-Qur'an mengisyaratkan teknologi waduk raksasa sebagaimana Dzulqarnain pernah membangunnya, 
 
"berilah aku potongan-potongan besi'. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: 'Tiuplah (api itu)'. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: 'Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu'. Maka mereka (Ya'juj dan Ma'juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya." (QS. 18:96-97) 
 
Dalam teks Arabnya, terdapat kata "al-qithr", artinya "tembaga yang telah dicairkan", yang jika dicampurkan ke dalam besi maka besi itu akan bertambah keras dan kuat. 

 
Kedelapan, Al-Qur'an mengisyaratkan berbagai jenis industri yang telah dikerjakan para jin untuk Nabi Sulaiman, 

"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu (umat Israel) yang berterima kasih." (QS. 34:13) 

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya (Sulaiman) angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan yang semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu." (QS. 38:36-38) 



Industri dan teknologi yang dikerjakan jin tidak berarti bahwa manusia tidak mampu mengerjakannya. Dalam kisah Sulaiman kita dapatkan sebagian manusia "yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab" (QS. 27:40) mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh jin Ifrit. 

Selain yang telah disebutkan, masih banyak industri yang diisyaratkan oleh Al-Qur'an.


Wassalaam.

 

Minggu, 24 November 2013

KISAH KU DI PONDOK
Assalamualikum w.r
nama : sudi hardi
tmpat lahir: mataram
tgl lahir: 25/05/1993
temen yang membaca kisah ku ini adalah kisah perjalan ku pergi ke pondok
di di malam yang dingin,aku merenung yang begitu dalam untuk memikirkan nasibku yang sekarang di uji untuk berangkat ke pondok untuk menuntuk ilmu .
 semejak saya meninggalkan pulau lombok desa jelateng yang lahir dari orang yang sederhana dan mempunyai kakak yang lulusan SMP,Namanya sadery dan mempunyai adek masih sekolah di mts mataram.
baru kali ini aku ingin menulis sejarah perjalan hidupku merantau mencari ilmu yang islami yang sesuai syari'at islam.
saya sekolah sd di lombk cuma 5 tahun dan setelah itu pindah ke dempasar bali.
temen tau gak ? sya jadi keingat terus waktu aku mau berangkat ke pondok .
dengan semangat menyiapkan perlengkapan yang akan aku bawa selama di pondo.
buku - buku ,pulpen,dan peralatan yang lainya yang sudah di bungkus rapi di dalam kardus dan tas.
yang paling aku gak lupa waktu itu ,aku sudah penuh dengan sesak oleh  baju,handuk,dan peralatan lainya....
kata mamaku! waktu mama mengasikkan aku barang - barang yang lain.
mama taya! emang kamu mau mondok apa mau piknik sih?......
hehehe gak lah ma .aku mondok itu mau belajar ilmu agama mama sayang,perasaaan mama campur aduk waktu aku mau berangkat,tapi mama berusaha tenang dan terus - terusan istigfar .
paginya mama masak ayam kesukaanku untuk di bawa ke pondok.
waktu aku mau naik mobil meninggalkan mama ,bertapa berat rasanya mama melepaskan aku ,rasanya hidup terpisah jauh dari anaknya.
mama sering meneteskan air mata ,tapi mama ingi air mata ini air mata kebahagiaan .
lalu mama melepaskan aku dengan bismillah . bersambung.......


 

Sabtu, 23 November 2013

PERBANDINGAN AL-QUR'AN DENGAN SURAT-SURAT PAULUS
 
AL-QUR'AN:
SURAT-SURAT PAULUS:
1. Ditulis pertama kali oleh Zaid bin Tsabit dari kumpulan wahyu-wahyu Allah yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Selama hidupnya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menulis apapun baik tentang wahyu (Al-Qur'an) maupun tentang ajarannya yang lain (Al-Hadits).



2. Bersifat obyektif, karena Zaid bin Tsabit menulis Al-Qur'an atas perintah penguasa (khalifah) Islam pertama, Abubakar, dan dibantu oleh para penghafal Al-Qur'an, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

3. Isi Al-Qur'an tidak memuat hal yang membesarkan nama atau tokoh tertentu yang terlibat dalam proses penulisannya.








4. Murni berisi firman-firman Tuhan.







5. Bersifat abadi dan mudah dihafal.




6. Menjadi dasar bagi agama yang lurus (Islam).

 
1. Ditulis pertama kali oleh Paulus Tarsus atas kehendak sendiri (baca redaksi awal atau akhir pada surat-surat Paulus).





2. Bersifat subyektif, karena Paulus Tarsus menulis surat-suratnya tanpa saksi dan/atau bantuan orang lain, sehingga tingkat kebenarannya sangat diragukan..


3. Isi surat-surat Paulus tampak jelas membesarkan diri-sendiri dengan mengangkat penulisnya sebagai rasul yang konon diutus oleh Tuhan Yesus, padahal ia tidak pernah bertemu dengan Yesus, bahkan Yesus pun tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Dalam hal ini, Paulus mendompleng sosok Yesus yang populer pada waktu itu sebagai alat untuk membesarkan diri-sendiri.



4. Berisi kalimat-kalimat yang membesarkan diri-sendiri. Tidak ada firman Tuhan di dalamnya, kecuali berupa kutipan ayat Perjanjian Lama yang sengaja didistorsi agar tujuan membesarkan diri sendiri dapat tercapai.




5. Teks asli sudah hilang, dan ditulis ulang dalam ratusan bahasa dengan ribuan versi penerjemahan.



6. Menjadi dasar bagi agama Kristen.

Kamis, 21 November 2013

ALLAH DAN ISLAM
 
ALLAH 
Penggunaan kata Allah yang berarti Tuhan sering kali terdengar agak aneh, esoterik, dan asing bagi telinga orang Barat. Allah adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari pemadatan al dan Ilah. Ia berarti Tuhan atau menyiratkan Satu Tuhan. Secara linguistik, bahasa Ibrani dan bahasa Arab terkait dengan bahasa-bahasa Semitik, dan istilah Arab Allah atau al-Ilah terkait dengan El dalam bahasa Ibrani, yang berarti Tuhan.1 El-Elohim berarti Tuhannya para tuhan atau Sang Tuhan.2 Ia adalah kata bahasa Ibrani yang dalam Perjanjian Lama diterjemahkan Tuhan. Karena itu, kita bisa memahami bahwa penggunaan kata Allah adalah konsisten, bukan hanya dengan Al-Qur'an dan tradisi Islam, tetapi juga dengan tradisi-tradisi-biblikal yang tertua. 

Persamaan mendasar antara istilah Arab
al-Ilah, di mana Allah merupakan pemadatannya, dan istilah Ibrani El-Elohim bisa dipahami secara lebih jelas jika kita memerhatikan abjad bahasa Arab dan Ibrani. Baik bahasa Arab maupun Ibrani sama-sama tidak memiliki huruf untuk bunyi vokal. Abjad kedua bahasa tersebut hanya terdiri dari konsonan, dan keduanya bersandar pada penandaan sebagai bunyi vokal yang secara khas ditemukan hanya dalam tulisan formal sebagai satu petunjuk pengucapan. Transliterasi bahasa Indonesia dari istilah Arab al-Ilah dan istilah Ibrani El-Elohim telah memasukkan penandaan-penandaan vokal ini. Jika kita harus menghilangkan transliterasi Indonesia berupa penandaan-penandaan vokal ini, maka istilah Arab tersebut menjadi al-Ilh dan istilah Ibrani di atas menjadi El-Elhm. Jika kita harus menghilangkan bentuk jamak, yang hanya ditemukan dalam bahasa Ibrani, maka istilah Arabnya tetap al-Ilh, sementara istilah Ibraninya menjadi El-Elh. Akhirnya, jika kita harus melakukan transliterasi atas seluruh "alif" dalam bahasa Arab sebagai "a", dan seluruh "alif" dalam bahasa Ibrani sebagai "a" juga, maka istilah Arabnya menjadi Al-Alh, dan istilah Ibraninyapun menjadi Al-Alh. Dengan kata lain, dengan pengecualian tunggal bahwa bahasa Ibrani menggunakan bentuk jamak, al-Ilah, di mana Allah merupakan pemadatannya, dan El-Elohim, istilah Ibrani yang diterjemahkan sebagai Tuhan dalam Perjanjian Lama, benar-benar merupakan istilah yang sama sekali identik dalam bahasa Arab dan Ibrani, dua bahasa yang memiliki hubungan sangat erat.  

ISLAM
Islam adalah kata Arab yang secara harfiah berarti berserah, yakni berserah diri kepada kehendak dan kuasa Allah. Namun demikian, ini bukan hanya jenis penyerahan isapan jempol. Islam mengisyaratkan kepasrahan total dari hati, pikiran, dan tindakan. Jenis penyerahan total ini menemukan ekspresinya dalam kitab-kitab suci Yahudi dari "Taurat-yang-diterima". 
Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:5)  
Kitab-kitab suci Kristen mempertahankan bahwa Yesus menggemakan ayat di atas (
Markus 12:30, Matius 22:37, Lukas 10:27), dan karenanya memerintahkan ketundukan total kepada Allah. Selain itu, ekspresi selanjutnya mengenai keharusan untuk pasrah kepada Allah bisa ditemukan dalam Perjanjian Baru. 
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! (Yakobus 4:7-8) 

Keharusan untuk pasrah sepenuhnya kepada Allah menemukan pengungkapannya yang paling jelas dalam Al-Qur'an. 
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS.3:20) 

Sayangnya, sebagian besar anak-anak Israel tidak menyerahkan diri kepada Allah, yang pada awalnya dihasilkan dalam pembentukan agama Yahudi, dan kemudian dalam pembentukan agama Kristen. Dalam hal ini, Alkitab mencatat bahwa Nabi Daud AS mengucapkan kata-kata berikut sebagai wahyu dari Allah. 
Akulah Tuhanmu yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. (Mazmur 81:10-11) 
Sebagai jawaban atas kegagalan untuk tunduk kepada Allah, yang dihasilkan dalam pembentukan agama Yahudi dan Kristen secara berurutan, Al-Qur'an mencatat firman Allah berikut ini. 
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS.3:19) 

Orang yang beriman kepada, dan mempraktikkan, ajaran Islam dikenal sebagai muslim. Kata
muslim dan Islam berasal dari akar kata Arab yang sama. Muslim secara harfiah berarti orang yang pasrah atau berserah, seseorang yang sepenuhnya pasrah kepada Allah. Kepasrahan merupakan definisi utama berkenaan dengan etimologi kata Islam; ada juga definisi sekunder, yaitu kedamaian. Karenanya, hanya dengan kepasrahan total dan utuh kepada Allahlah seorang muslim benar-benar akan mengalami kedamaian spiritual. 

Sementara sebagian besar non-muslim secara tipikal percaya bahwa Islam mulai muncul pada abad ke-7 M dengan dimulainya dakwah Nabi Muhammad SAW, kaum muslim sama sekali menolak anggapan ini. Mereka percaya bahwa Islam telah dimulai sejak munculnya umat manusia dengan Nabi Adam AS dan istrinya sebagai orang pertama kali melaksanakan Islam. 
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (QS.20:115) 

Namun demikian, kaum muslim juga percaya bahwa Islam telah diberikan kepada umat manusia sebagai wahyu yang bersifat
progressif. Sementara inti wahyu itu--bahwa tidak ada tuhan selain Allah--tidak pernah berubah sepanjang masa. Wahyu itu kemudian disempurnakan dan diakhiri dengan wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. 
...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu... (QS.5:3) 

Keterangan:

1. A) Toombs LE (1971) B) Schonfield HJ (1967)2. A) Beavin EL (1971) B) Toombs LE (1971) C) Schonfield HJ (1967)
Rujukan:

- Beavin EL (1971):
Ecclesiasticus. Dalam laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Schonfield HJ (1967):
Reader's A to Z Bible Companion. New York, New American Library.
- Toombs LE (1971):
The Psalms. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.



Wassalaam.

Rabu, 20 November 2013

ALLAH SWT ATAU TRINITAS ???

Rukun iman pertama dalam Islam adalah percaya kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan Mahaesa. Sebagaimana disiratkan oleh istilah Allah, percaya kepada Allah merupakan monoteisme yang kuat dan murni. Allah adalah Satu Tuhan. Tidak ada tuhan lain. Allah adalah Tuhan seluruh umat manusia, seluruh bentuk kehidupan, seluruh makhluk, dan seluruh alam. 
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menopang seluruh alam.1

Allah
bukanlah tuhan bangsa atau etnis tertentu di antara banyak tuhan, sebagaimana dinyatakan oleh agama Yahudi awal, dan yang setidaknya diisyaratkan oleh pembacaan atas ayat Perjanjian Lama di bawah ini. Dalam hal ini, harus ditunjukkan bahwa ayat berikut -- ayat pertama dari Sepuluh Perintah -- tidak menyangkal keberadaan tuhan-tuhan lain. Tetapi, ayat tersebut hanya memprioritaskan tuhan yang disembah oleh anak-anak Israel dan menetapkan tuhan tertentu untuk suku tersebut, yaitu "tuhannya Abraham, Ishak, dan Yakub". 
Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku.2

Namun demikian, bukan hanya Allah itu Satu tanpa ada yang menyamai dan tanpa sekutu, Dia juga Satu dalam keesaan-Nya. Keesaan-Nya tidak memungkinkan adanya mitra atau sekutu dalam bentuk apa pun. Keesaan-Nya tidak menyisakan ruang bagi segala macam konseptualisasi
tiga-dalam-satu,** yang dihasilkan dalam pelbagai pembagian sektarian dan perdebatan teologis tanpa-akhir mengenai persoalan-persoalan seperti: Apakah ia tiga pribadi dalam satu substansi, atau tiga pribadi dari substansi serupa? Bagaimanakah kita benar-benar bisa mendefinisikan "pribadi" dan "substansi" itu? Bagaimanakah masing-masing "pribadi" dalam satu "substansi" ini mempertahankan identitasnya masing-masing? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang mendahului "pribadi-pribadi" lain? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang melahirkan "pribadi" lain? Jika satu "pribadi" melahirkan "pribadi" yang lain, tidakkah "pribadi" pertama mendahului "pribadi" kedua, yang mengisyaratkan suatu masa ketika "pribadi" kedua masih belum eksis? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang mengarahkan "pribadi" lain untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yaitu, untuk menciptakan dunia dan jagat raya, dan tidakkah hal ini mengisyaratkan bahwa satu "pribadi" tunduk kepada "pribadi" yang lain? Apakah tiga "pribadi" dari "substansi" terpadu itu sama atau tidak sama? Apakah masing-masing dari ketiga "pribadi" dalam "substansi" terpadu itu berbagi dalam wujud "pribadi-pribadi" lain, atau apakah mereka terpisah secara tegas? Dan lain sebagainya.  

Persoalan-persoalan di atas telah melahirkan
banyak perdebatan tanpa-hasil dan debat kusir. Ia juga banyak melahirkan perpecahan dalam agama Kristen selama hampir dua ribu tahun. Rumusan-rumusan dan kredo-kredo ritualistik dan liturgis, seperti pernyataan bahwa Anak berasal dari Bapa dan Roh Kudus berasal dari Bapa dan Anak, memunculkan lebih banyak pertanyaan dari pada jawabannya. 

Dalam
Islam, Allah adalah Satu, Satu tanpa sekutu dan Satu dalam kesatuan mutlak. Dia bukanlah satu di antara yang banyak, bahkan juga bukan satu di antara yang lain, tetapi Satu dalam keunikan total. Keunikan-Nya menentang pemahaman total oleh akal manusia fana yang sangat terbatas. Dia tanpa awal dan tanpa akhir. Tidak ada yang sebanding dengan-Nya. Allah adalah Satu Tuhan, di samping-Nya tidak ada tuhan lain. Ekspresi yang paling sempurna, indah, dan sublim mengenai keesaan Allah ini ditemukan dalam Al-Qur'an:
Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Mahaesa; Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."3  
Keterangan:
1. QS. 1:2 2. Keluaran 20:2; Ulangan 5:6 (N/RSV) 3. QS. 112:1-4  
Catatan:
**Berkenaan dengan doktrin tiga-dalam-satu, maka perlu kami tegaskan di sini bahwa ajaran/doktrin Trinitas, Kristen, Gereja, dan Salib, sama sekali BUKAN dan TIDAK PERNAH diajarkan oleh Yesus! Ajaran-ajaran ini sebenarnya merupakan ajaran BOHONG pimpinan Paulus Tarsus!


Wassalaam.

Senin, 18 November 2013

ALKITAB VERSUS ILMU PENGETAHUAN MODERN !!!


Ada beberapa kasus dalam
Alkitab yang secara tegas bertentangan dengan ilmu pengetahuan (sains) modern. Pertentangan ini membuktikan bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karya tulis tangan-tangan jahil pada masa lampau. 

1. KITAB KEJADIAN: Penciptaan siang dan matahari. 

1:1. Pada mulanya Ellohim menciptakan langit dan bumi. 
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 
1:5 Dan Allah menamai
terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.  

AYAT2 DI ATAS BERBICARA TENTANG PENCIPTAAN HARI PERTAMA. BANDINGKAN DENGAN PENCIPTAAN HARI KEEMPAT BERIKUT INI:  

1:16 Maka Ellohim menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang
lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 
1:17 Ellohim menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Ellohim melihat bahwa semuanya itu baik. 
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari keempat.   
Penjelasan:

Dijelaskan menurut Alkitab, bahwa pada hari pertama, Ellohim (Tuhan-Tuhan) telah menciptakan siang dan malam. Ini sesuatu yang sangat aneh dan tidak bisa diterima secara ilmiah oleh sains modern, oleh karena Ellohim baru menciptakan matahari pada hari keempat.
Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bahwa "siang dan malam" sudah ada sebelum matahari diciptakan!  

Sebuah kitab yang seharusnya menjadi petunjuk bagi kemaslahatan umat manusia, ternyata bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang ada dalam umat manusia.  

Menurut sains modern, kejadian siang dan malam disebabkan oleh rotasi/berputarnya bumi pada porosnya terhadap matahari. Matahari yang terus-menerus bersinar menerangi sistem tata surya, menimbulkan terjadinya siang dan malam bukan saja terhadap bumi, tetapi juga terhadap delapan planet lainnya dalam sistem tata surya, berikut satelit-satelitnya (bulan dan semacamnya).  

Jadi, bukannya siang dan malam itu muncul secara tiba-tiba, tetapi ia muncul disebabkan oleh sinar matahari.  

2. KITAB MARKUS: Jatuhnya bintang pada hari kiamat. 
Konon, Yesus berkata:

13:24. "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya 
13:25 dan
bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.1  

13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan
Anakpun tidak, hanya Bapa saja."   
Penjelasan: 

Menurut ayat 25, pengarang Markus, dimana konteksnya dinisbahkan ke mulut Yesus, menduga bahwa bintang2 di angkasa itu sebesar
batu kali, sehingga pada hari kiamat nanti bintang2 itu akan berjatuhan menimpa bumi. Padahal, terdapat milyaran bintang di jagat raya ini, yang besarnya bahkan jauh melebihi bumi. Sebagai gambaran, dalam sistem jagat raya, matahari adalah sebuah bintang kecil yang bisa jadi tidak terlihat. Ini menunjukkan bahwa masih ada milyaran "matahari2" lain di jagat raya ini. 

Dalam sistem tata surya sendiri, matahari merupakan "bintang" terbesar, berturut2 disusul planet yupiter, saturnus, uranus, neptunus, baru kemudian bumi.  
Jadi, bagaimana mungkin bintang2 tersebut akan berjatuhan ke bumi? Sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal! 

Lebih lanjut, menurut ayat 32, Yesus sendiri tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Bagaimana mungkin Yesus yang konon adalah Tuhan sampai tidak tahu kapan datangnya hari kiamat? Konsep Tuhan yang sangat lemah!  

Kontroversi:

1. Markus 13:25 mungkin dapat dikontroversikan dengan ayat Al-Qur'an berikut ini:

"Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau
Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. 34:9)


Wassalaam.