PERTAYAAN TENTANG KEADILAN TUHAN
WILSON:
Saya tahu bahwa Kitab Suci Qur'an telah jelas di dalam
ketentuan sifat Tuhan seperti pengampun, bijaksana, selalu
hidup, pencipta alam semesta, tanpa teman atau bersekutu,
atau anak.
Tetapi saya ingin mengetahui bahwa "Adil" adalah salah satu
sifat-sifat Tuhan. Saya telah berbicara dengan beberapa
orang Islam bahwa itu adalah salah satu darl sifat-sifat
Tuhan, tapi orang-orang Islam yang lain bilang tidak benar.
CHIRRI:
Tidak ada Agama yang logis (menurut akal) dapat menolak atau
meragukan keadilan Tuhan dan kemurahanNya. Menolak
keadilanNya adalah benar-benar meruntuhkan konsep Agama.
Tidak ada kepercayaan Agama yang tidak percaya adanya
keagunganNya. Agama tidak akan berguna bagi kita tanpa
percaya pada keadilanNya
Lebih lanjut, kita percaya pada pesan-pesan dan
utusan-utusan Tuhan sebab kita fikir bahwa Dia cukup adil
untuk mengabarkan kepada pesuruh-pesuruhNya apa yang Dia
inginkan dari mereka.
Tetapi Tuhan yang tidak adil mungkin tidak akan mengatakan
pada kita segala sesuatu atau mungkin dengan jalan memberi
ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum
orang-orang yang berbuat salah.
Sangkalan terhadap keadilan Tuhan pada gilirannya juga akan
menyangkal akhirat (hari kemudian), sebab akhirat adalah
tempat melangsungkannya keadilan dengan jalan memberi
ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik dan menghukum
orang-orang yang berbuat salah.
Singkatnya, konsep keadilan Tuhan untuk kita sama pentingnya
dengan konsep adanya Dia dan keesaanNya, dan penyangkalan
keadilanNya berarti menghancurkan Agama, persis seperti
penyangkalan adanya Tuhan atau keesaanNya.
Untuk ini, konsep keadilan Tuhan harus dianggap sebagai
dasar Agama. Tapi itu tidak akan ada Agama yang logis dapat
ditumbuhkan.
Islam benar-benar sesuai dengan kebenaran ini dan pemikiran
yang logis. Kitab Suci Qur'an menyatakan keadilan Tuhan sama
penting dengan keesaan Tuhan dan adanya Tuhan.
Di dalam penilaian-penilaian ajaranNya, ketidak adilan
ditiadakan. Di dalam banyak ajaran-ajaranNya, Tuhan
dilukiskan sebagai yang adil, atau bahwa Dia tidak ingin
melakukan ketidak-adilan terhadap pesuruh-pesuruhnya, atau
bahwa Dia tidak akan membuang perbuatan dari setiap
perbuatan-perbuatan yang dilakukan, atau bahwa Dia tidak
akan menyebabkan siapapun juga kehilangan satu berat atom.
"Tuhan mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain
dari padaNya, dan malaikat-malaikat dan orang-orang yang
berilmu, yang tegak dengan keadilan, mengakui juga tidak ada
Tuhan melainkan Dia Yang Maha Kuasa dan Bijaksana."
"Dan siapa yang mengerjakan perbuatan baik seberat atom,
akan dilihatnya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan
seberat atom, akan dilihatNya." 99:7-8
WILSON:
Pernyataan anda tentang keadilan Tuhan adalah salah satu
pernyataan-pernyatan yang paling masuk akal yang pernah saya
dengar. Sebenarnya, kepentingan azas Agama ini tidak
dilebih-lebihkan, sebab konsep Tuhan tanpa keadilanNya tidak
akan berguna bagi kita.
Kepercayaan Yuda (Yudaism) dan Kristen sesuai dengan Islam
mempunyai pandangan yang sama, dan tidak ada orang-orang
Kristen atau Yahudi yang meragukan keadilan Tuhan. Azas
keadilan Tuhan, karena itu, Kristen dan Yahudi sama dengan
Islam, dan saya tidak melihat perbedaan ketiga kepercayaan
itu di dalam masalah ini.
CHIRRI:
Perbedaan antara Islam dan kepercayaan yang dalam masalah
ini tidak terletak pada konsep keadilan Tuhan itu sendiri,
tetapi pada konsep yang berasal dari azas ini. Islam tidak
menyetujui setiap azas yang bertentangan dengan konsep
keadilan Tuhan. Islam menganjurkan dan menjunjung seluruh
azas yang mungkin berasal dari konsep keadilan Tuhan.
WILSON:
Maukah anda menyebutkan beberapa doktrin (azas-azas) ini
yang berasal dari keadilan Tuhan?
CHIRRI:
Saya akan menyebutkan tiga dari prinsip-prinsip ini yang
berasal dari azas keadilan Tuhan:
1. Tuhan tidak meminta dari makhluk yang diciptakanNya
melakukan apa yang ia tidak dapat lakukan.
Dari Kitab Suci Qur'an:
"Tuhan tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang, hanyalah
sekedar kekuatannya."
Apa yang di luar kesanggupan anda adalah tidak mungkin untuk
anda lakukan. Tuhan tidak meminta yang tidak mungkin.
2. Tuhan tidak membebankan individu tanggungjawab, kecuali
tentang apa yang ia lakukan sendiri yang di bawah
kontrolnya. Tidak seorangpun yang bertanggungjawab apa yang
dilakukan orang lain, walaupun mereka itu temannya sendiri
atau saudaranya, selama perbuatan mereka tidak di bawah
kontrol mereka. Kitab Suci Qur'an:
"Apakah hendak kaucari Tuhan selain Allah? Dialah pemimpin
segala sesuatu. Dan bahwa tiap-tiap diri yang mengusahakan
(kejahatan) maka kejahatan itu untuk (kerugian) dirinya
sendiri, dan tiadalah pemikul beban akan memikul beban orang
lain, sesudah itu tempat kembali kamu kepada Tuhan, lalu
diterangkan oleh Tuhan kepada kamu apa yang menjadi
perselisihan di antara kamu." 6:164
3. Bila ini benar, maka mahkluk hidup tidak dapat dibebani
dosa yang diperbuat Adam & Eve. Jika dikatakan bahwa seluruh
makhluk hidup dibebani dosa turun-temurun yang berasal dari
Adam dan Hawa, tentulah beribu-ribu generasi-generasi
makhluk yang berasal dari Adam dan Hawa akan
bertanggungjawab dari dosa mereka, dan bahwa mereka dihukum
oleh Tuhan untuk dosa-dosa itu yang terjadi sebelum lahirnya
generasi-generasi itu. Ini tentu tidak sesuai dengan
keadilan Tuhan.
Hakim tidak akan menghukum seorang anak yang disebabkan dosa
orang tuanya padahal anak itu tidak tahu menahu. Bagaimana
kita dapat memikirkan bahwa Tuhan menjatuhkan
hukuman-hukuman pada anak-anak dari dosa-dosa yang diperbuat
orang tuanya? Untuk ini, Islam dengan tegas menolak
azas-azas Dosa-dosa Asal, dan menganggap setiap manusia
murni disaat dia dilahirkan dan bebas dari setiap dosa.
Sebenarnya Islam menganjurkan anak bayi sebagai satu contoh
yang sempurna dari kemurnian dan tanpa dosa. Setiap manusia
sesuai ajaran Islam, dilahirkan dalam keadaan murni dan
bebas dari setiap dosa dan selanjutnya murni sampai dia
berbuat dosa pada umur dewasa. Oleh dosa-dosa pada umur
dewasa, anda kehilangan kemurnian anda, tetapi anda dapat
mencapai kemurnian itu lagi melalui tobat yang tulus ikhlas.
Bila anda benar-benar merubah sikap anda dan berniat
benar-benar patuh pada Tuhan Yang Pengasih, Dia akan
menerima anda dan menghapus dosa anda.
Minggu, 01 Desember 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar