PERTAYAAN KEDUA TENTANG KEADILAN TUHAN
|
|
WILSON:
Izinkanlah saya menyimpang sebentar:
Adam dan Hawa seperti kita. Kita umpamakan bahwa mereka
menyesal dengan tulus ikhlas setelah mereka berdosa. Apakah
berarti dosa mereka dihapuskan?
CHIRRI:
Bila anda mengandaikan bahwa Adam telah menyesal setelah dia
melanggar pesan Tuhan, anda tidak akan salah. Anda juga
tidak akan salah bila anda percaya bahwa Adam diampuni oleh
Tuhan melalui penyesalannya. Kitab Suci Qur'an mengatakan
pada kita bahwa Yang Pengasih telah menerima penyesalan
Adam, dan dengan ini, dosa Adam dihapuskan:
"Kemudian Adam menerima beberapa perkataan dari Tuhannya,
lalu dia diterima kembali oleh Tuhan, sesungguhnya Tuhan itu
suka menerima tobat dan Penyayang" 2:37
WILSON:
Bila dosa Adam dihapuskan mengapa dia diusir dari sorga
Tuhan?
CHIRRI:
Keluarnya Adam dari sorga tidak perlu merupakan siksaan
akibat dosanya. Itu mungKin proses semestinya dari perubahan
statusnya. Pada mulanya Adam tanpa dosa dan dapat
berkomunikasi dengan Tuhan pada setiap saat, dan ini adalah
kebahagiaannya. Karena satu kali berbuat dosa, dia menjadi
mudah terpengaruh untuk mengulang dosa, dan kehilangan
kekebalannya dari dosa. Setelah tidak kebal, dia tidak
memiliki kedudukan yang tinggi yang memungkinkan dia
berhubungan dengan Tuhannya pada setiap saat.
Sekarang dia dapat berbuat demikian hanya pada saat-saat
kemurniannya. Kemurniannya, tentu tidak langgeng seperti
sebelum dia berdosa, sebab dia akan berbuat dosa lagi.
WILSON:
Perjanjian lama menyampaikan pada kita bahwa dosa Adam
karena memakan dari sebuah tanaman, dan tanaman itu adalah
tanaman ilmu pengetahuan yang Tuhan katakan padanya untuk
dihindari. Bagaimana tinjauan Qur'an tentang masalah ini?
CHIRRI:
Kitab Suci Qur'an menerangkan bahwa ada pohon yang dilarang
dan bahwa dosa Adam karena memakannya.
Tetapi Qur'an tidak menerangkan jenis pohonnya.
Menurut pemikiran Islam, saya yakin bahwa pohon itu bukan
pohon ilmu pengetahuan sebab pengetahuan datangnya dari
pelajaran dan pengalaman, dan tidak tumbuh dari pohon.
Tidak ada arti yang menghubungkan tanaman atau sejenisnya
dengan larangan. Larangan itu untuk menguji Adam dan Hawa.
Lebih lanjut, sesuai dengan Kitab Suci Qur'an, Tuhan
mencintai ilmu pengetahuan, bagaimana mungkin Dia akan
melarangnya?
WILSON:
Marilah kita akhiri penyimpangan kita dan kembali pada
masalah pokok.
Saya sekarang yakin bahwa Islam berdiri di atas dasar yang
kuat di dalam ajarannya tentang kemurnian makhluk dan bahwa
ajaran-ajarannya dalam masalah ini adalah sangat benar dan
kukuh. Sekarang tentang keadilan Tuhan dan menjunjung
prinsip pertanggungan jawab individu (perorangan) yang tidak
dapat dipisahkan dari keadilan Tuhan.
Bila Kristen mengajarkan azas Dosa Asal, mereka sesungguhnya
membangun suatu dasar azas lain, yaitu Azas Penebusan.
Manusia mereka katakan berdosa dan dihukum karena dosa Asal.
Dengan lain perkataan: oleh warisan dosa dari Adam & Hawa,
kita menjadi berdosa karena itu kita perlu untuk menebus.
Seseorang harus membayar untuk dosa kita. Yesus membayar
untuk itu dengan disalib. Jadi, Yesus menjadi penebus dan
penyelamat manusia.
Oleh penyangkalan dari dosa asal, azas penebusan
ditinggalkan tanpa dasar. Anda telah berbicara pada
pokoknya, tetapi hal itu telah menjadi jelas bahwa penebusan
adalah salah satu prinsip yang tidak sesuai dengan konsep
keadilan Tuhan.
CHIRRI:
Seluruh hal dari Dosa Asal adalah seperti yang telah kita
kemukakan, benar-benar berlawanan dengan keadilan Tuhan.
Bahkan bila kita lupakan tentang ketidak sesuaiannya dengan
keadilanNya, kita tidak dapat membayangkan bahwa Yang Maha
Adil membuat seseorang yang tak berdosa, Yesus, membayar
dosa-dosa seluruh umat manusia.
Dan lagi bagaimana kita mencuci dosa kecil seperti memakan
apel oleh dosa yang amat besar membunuh orang suci seperti
Yesus.
Dosa akan dihapus oleh perbuatan-perbuatan yang baik, bukan
oleh pembunuhan. Lebih lanjut, bagaimana kita dapat menerima
(memikirkan) bahwa Tuhan Yang Terbijaksana, akan menuntut
darah dari pesuruhnya sebagai penilaian pemberianNya?
|
0 komentar:
Posting Komentar